Minggu, 20 Desember 2015



JURNAL
TENTANG SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

  •  ISI PEMBAHASAN

Faktor-faktor yang mempengaruhi level of product availability menurut Chopra dan Meindl (2007) adalah cost of understocking, cost of overstocking dan optimal order size. Oleh karena itu dilakukan penelitian pada ruang lingkup gu­dang dan toko grosir serta eceran. Hal ini dipengaruhi secara langsung oleh bagian produksi atau produk dan juga oleh cus­tomer, baik rumah tangga maupun retailer.  
  •  METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang akan di lakukan adalah (chopra dan meindl, 2007) :
1.      Melakukan identifikasi supply chain awal.
2.      Mengidentifikasi dan mengumpulkan data mengenai permintaan atau penjualan produk 60 hari.
3.      Melakukan validasi pada permintaan dengan bantuan SPSS 16 for windows.
4.      Melakukan simulasi permintaan untuk menentukan probabilitas dari data permintaan tersebut.
5.      Menentukan expected marginal benefit dan expected marginal cost untuk menentukan expected marginal contribution.
Expected marginal benefit =
profit for total additional order × Prob(demand ≥ D1)
Expected marginal cost =
loss for total additional order × Prob(demand < D1)
Expected marginal contribution =
expected marginal benefit - expected marginal cost
6.      Menentukan optimal cycle service level (CSL*) meng­gunakan perhitungan cost of product, cost of overstock­ing (Co), cost of understocking (Cu), optimal cycle ser­vice level (CSL)
7.      Menentukan nilai optimal order size (O*) dengan mengikuti distribusi normal berdasarkan persamaan :
O* =  (CSL*,μ  *,μ, σ).
  • 3.      HASL PENELITIAN
Hasil pengumpulan data selama dua bulan kemudian dilakukan validasi untuk melihat data terdistribusi secara normal. Kemudian dilakukan simulasi pada data permintaan, menggunakan simulasi monte carlo selama 24 bulan atau 2 tahun. Selanjutnya merata-rata demand simulasi pada tiap bu­lannya, Tahap berikutnya adalah menentukan nilai dari expected marginal contribution. Simulasi permintaan dilakukan selama dua ta­hun yang didapat dari hasil trial error untuk mencari hasil simulasi pada data permintaan yang mendekati nilai aktual pada perusahaan keripik singkong. Berdasarkan hasil simu­lasi data permintaan kemudian juga dilakukan pengujian dan verifikasi apakah terdistribusi normal atau tidak.

Selasa, 08 Desember 2015

A.    Supply Chain Management (SCM)
Supply chain management adalah manajemen dari sebuah jaringan bisnis yang saling terhubung untuk menjadikan suatu produk yang lengkap dan melengkapinya dengan layanan – layanan yang dibutuhkan oleh end customer (Harland, 1996).
Supply chain Management juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir.
Dalam kegunaannya SCM adalah bagaimana ia mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dengan kata lain, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen.
Contoh Supply Chain untuk pembuatan sereal jagung (jenis makanan untuk sarapan) adalah sebagai berikut :
1. Petani jagung. Proses dimulai dari pemilihan bibit jagung, penebaran, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan jagung, dan diakhiri dengan penjualan hasil panen ke pabrik pembuatan sereal.
2. Pabrik dalam pembuatan sereal jagung. Proses dimulai dari pembersihan biji jagung yang diterima dari petani, pemanggangan menjadi sereal, pengepakan (packaging), penyimpanan di gudang untuk distribusi ke supermarket/ toko (retail), pengiriman (transportasi) ke supermarket/ toko.
3. Proses penjualan dimulai dari penyimpanan di rak-rak di supermarket, penjualan ke pembeli (customer) dan akhirnya di konsumsi oleh pembeli. Produk yang tidak terjual akhirnya akan dimusnahkan pada saat produk telah mencapai masa kadaluarsa.
·         Tujuan utama dari SCM adalah:
1. penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
2. mengurangi biaya
3. meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
4. mengurangi waktu
5. memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi
·         Area cakupan SCM adalah :
- Pengembangan Produk : Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru.
- Pengadaan : Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier.
- Perencanaan dan Pengendalian : Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan.
- Produksi : Eksekusi produksi, pengendalian kualitas.
- Distribusi : Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level di riap pusat distribusi.